April 11, 2006

In Memoriam

Malam itu tanggal 15 Maret 2006, saya mendapat SMS dari Bapak di Cepu. Isi SMS tersebut adalah sebuah berita duka tentang teman (dekat) saya, Pujiono Agung S(etiawan?).
P, begitu dia biasa dipanggil, merupakan teman saya sejak masih sama-sama menuntut ilmu di SMPN 3 Cepu. Tapi saya lebih mengenal dan bersahabat dengannya di forum Pramuka asuhan Gugus Depan PPT Migas. Bersama dengan teman-teman lainnya (diantaranya Susilo Utomo, Tino, Aswin Yuniarto, Roni Himawan, dan beberapa teman yang melanjutkan SMU-nya di luar kota), kami sempat mencicipi air, menghirup udara dan menjejakkan kaki di tanah Cepu, Blora, Cilacap, Temanggung dan Cibubur. Ada banyak kenangan selama hari-hari di tempat-tempat tersebut. Regu kami bernama Laba-laba. Mungkin itu pula sebabnya kami saling "terikat" walaupun sepuluh orang dalam regu kami itu, sekarang sudah menyebar ke seluruh Indonesia.
P yang saya kenal adalah seorang yang sangat tangkas. Dia bisa mengingat kode Morse dan Semaphore dengan baik. Terampil dalam tali-temali. Tahu bagaimana memimpin, dan yang paling berkesan dari semua itu, (setahu saya) dia hapal Quran. Mengagumkan, mungkin kata yang paling tepat. Saat orang lain ikut bersenandung dikala mendengar lagu penyanyi favoritnya, P bersenandung bersama lantunan ayat yang diperdengarkan lewat loudspeaker di suatu pagi di sebuah bumi perkemahan.
Menurut berita yang saya sarikan dari keterangan Bapak, yang mendengarnya dari beberapa orang yang tahu kejadiannya, P meninggal karena kecelakaan di tempat kerja. P sempat dibawa ke Rumah Sakit, tapi Allah berkehendak lain. P sudah saatnya berangkat, menempuh perjalanannya yang baru.
Semoga Allah selalu menjaga P, memuliakannya dan menempatkannya di sisi-Nya. Amin.
Saya tidak ingat kapan terakhir kali bertemu dengan P, tapi saya tidak akan pernah melupakan kenangan tentangnya. Seorang teman....seorang sahabat.

March 21, 2006

Cepu & Springfield

Cepu dan Springfield itu sama-sama kota kecil in the middle of nowhere. Bedanya, Springfield terkenal karena nuklirnya (disamping serial TV The Simpsonsnya), sedangkan Cepu dikenal (dunia) karena minyaknya. Springfield selalu tenang (walaupun selalu ada warganya yang bermasalah di setiap episode) karena pabrik nuklirnya belum pernah mengalami ledakan (atau sudah?), dan Cepu akan tetap setenang Springfield, seandainya "pabrik minyaknya" tidak mengalami "ledakan" seperti sekarang ini. OK, memang bukan di Cepunya hal tersebut terjadi. Still, people talk about the city.
Sebenarnya banyak pelajaran yang bisa diambil Cepu dari Springfield. Misalnya, setiap masalah yang ada di Springfield akan selesai dalam episode itu juga (ya iyalah...kartun gitu lho..).


"Seperti apa Cepu nantinya 5..10..100 tahun ke depan ya...?"


Cepu yang saya kenal adalah Cepu yang tenang, dengan warganya yang ramah, dengan Nasi Pecel Mbah Belutnya, dengan Tahu Sambel SMEAnya, dengan Rawon Gang Pasarnya, dengan Sate Ayam Bloranya, dengan Sate Kambing Stasiunnya.
Akankah wajahnya berubah dengan adanya "ledakan-ledakan" akhir-akhir ini? Semoga Tidak.
Ada yang bilang Cepu itu kependekan Cepat Pulang......saya jadi rindu pulang.


- Cepu...how I miss u...~_~

March 20, 2006

Rookie


A Roookie is joining the community...